Scientific Reasoning
Scientific Reasoning adalah alasan atau penjelasan atas suatu teori berdasarkan bukti dan pattern (pola) yang ada. Jadi kalau ada teori yang mengungkapkan bahwa dulu India dan Afrika adalah satu benua, maka secara ilmiah, dapat dibenarkan. Karena banyak kesamaan yang terdapat pada kedua benua tersebut (satwa, potongan geografis)
Scientific Reasoning dibagi menjadi dua:
1. Deduction
2. Induction
Deduction
Deduction berdasarkan pada bukti nyata dan kesimpulan dari bukti yang ada.
Contohnya:
- Semua orang Jawa suka Nasi
- Toni orang Jawa
> Toni suka nasi
Contoh lain dari deduksi:
- Semua sopir truk harus mempunyai SIM B1
- Budi adalah seorang sopir truk
> Budi harus punya SIM B1
Induction
Induction berdasarkan pada kesimpulan dari pengalaman yang telah terjadi.
Contohnya:
- Saya menjalankan komputer, dan komputer tidak pernah meledak.
- Pagi ini saya menjalankan komputer.
> Saya yakin komputer tidak akan meledak.
Contoh lain dari induksi:
- Saya pergi ke kampus dan sepeda motor saya tidak pernah mogok
- Besok saya ke kampus
> Sepeda motor saya pasti tisak mogok.
- Setiap kali memasak, masakan Amelia tidak pernah gosong.
- Besok Amelia memasak.
> Besok masakan Amelia pasti tidak gosong.
David Hume, seorang filsuf Skotlandia menentang teori induksi. Ia menyatakan bahwa induksi tidak mempunyai alasan kuat pembenarnya karena hanya mengikuti insting “hewani” saja.
IBF (Inference to the Best Explanation)
Inference to the Best Explanation adalah Penalaran dengan penjelasan terbaik untuk menjelaskan dan menyimpulkan suatu masalah. IBF dilandaskan berdasarkan probabilitas tertinggi dan penjelasan yg sederhana dan masuk akal.
No trackbacks yet.